1. Skip to navigation
  2. Skip to content


image

Website Microfinance Pembangkit Listrik Ber Basis Sumberdaya Lokal

  • Progress 0%
  • Modal Dasar Rp 25.000.000
  • Dana Terkumpul Rp 0
  • Link Referensi Link
  • Industri Energi
  • Product 3pt
  • People 1pt
  • Investment 1pt
Vote!

Penjelasan Lengkap

Ide ini dilihat sebanyak : 1116 kali.

Adalah fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negeri yang kaya akan sumberdaya alam. Muali dari darat, laut,dan di perut bumi. Namun fakta juga yang kita ketahui bahwa produksi energi listrik kita untuk mendukung kehidupan masyarakat yang lebih baik dewasa ini masih jauh dari level kelayakan sebuah negeri yang mestinya makmur.

Sesuai dengan amanat UUD 45, dan UU tentang kelistrikan, PLN merupakan perusahaan negara yang bertanggungjawab dalam mendistribusikan energi listrik ke masyarakat. Namun dalam proses pembangkitan (produksi listrik)nya keterlibatan dan partisipasi masyarakat sangat didukung dan diperbolehkan.

Saya melihat banyak peluang dari pembiayaan atas realisasi project pembangkitan listrik (power plant) skala kecil untuk kebutuhan lokal masyarakat di pelosok negeri 9yang belum terjangkau PLN) yang sangat prospektus dan terbuka lebar.

untuk itu saya membayangkan, perlu diwujudkan sebuah website microfinance yang interaktif dan saling terhubung diantara elemen yang terkait dengan proses industri kelistrikan dengan partisipasi masyarakat umum,beserta pemerintah/pemda setempat.

Bentuknya adalah Website Microfinance for Local Power Plant ,kira2 dengan skope layanannya :

1.display blank spot area yg masih membutuhkan project power plant di seluruh NKRI

2.koneksi display area secara interface ke semua pihak yang terkait dengan masalah kelistrikan (termasuk PLN)

3.fungsi2 opsional dari masih2 user yang terlibat didalamnya

4.tampilan update prospektus perhitungan pembiayaannya termasuk update % realisasi per satuan detik

5.tampilan project yg sudah berjalan, yg sudah realisasi, yg cancel, yg gagal, dll termasuk remarks-nya.

6.fungsi interaksi antar user dimana antar user bisa saling berkomunikasi dan update

7.fungsi payment investasi (topup saldo investasi0,withdraw (penarikan saldo),dll.

8.semua tampilan tersebut terkoneksi dengan sistem penghitung waktu mundur hingga ke deadline time-nya.

 

Kesimpulan :

jika project ini terealisasi, saya yakin energi listrik kita bukan saja menjadi murah, melainkan juga menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dan global (netter) karena sesuai UU, setiap over produksi listrik dari suatu pembangkitan lokal maka listrik tersebut harus dijual ke PLN (artinya listrik adalah produk yang dijamin UU "pasti laku terjual semuanya").

 

 

 

 



Ide Serupa

  1. Deleted

    Diusung oleh A, 1 tahun yang lalu
  2. Jasa analisa data statistik & Survei Pasar

    Diusung oleh opan, 2 tahun yang lalu
  3. Trading Buah Sawit di Kalimantan Timur

    Diusung oleh Mohammad Ridwan, 2 tahun yang lalu
  4. MENGENALKAN OBAT HERBAL SAMPAI MENDUNIA

    Diusung oleh kluk, 1 tahun yang lalu
  5. Wisata Sepeda

    Diusung oleh Faisal, 2 tahun yang lalu

Submit Komentar Anda    

2 Komentar

  1. Dear Pak Zaky, Jika kita perhatikan ada kecenderungan negara secara bertahap mengurangi subsidi terhadap BUMN yg berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak (seperti PLN ini). Dan seperti yg saya sampaikan di atas, PLN merupakan dedicated buyer untuk listrik dimana listriknya dibayar dengan harga pasar (pendekatan B to B dengan supplier listrik) namun dijual dengan harga subsidi ke masyarakat. Jadi, microfinance yang fokus menangani industri pembangkitan (power plant) sepertinya masih terbuka lebar untuk negara kepulauan seperti Indonesia.
    Luqman

    Luqman Setiawan

    02 April 2011

  2. Perlu diitung-itung pak nilai ekonomi Pembangkit Listrik lokal tersebut. Kalau untuk deployment di daerah terpencil memang worth. Tapi ketika PLN membangun infrastruktur ke daerah tersebut, bisa jadi Pembangkit Listrik ini kalah ekonomis, mengingat PLN disubsidi, dan bermodal besar di danai pemerintah. Faktor PLN tidak bisa dihilangkan.
    Achmad

    Achmad Zaky

    02 April 2011